Jumat, 19 Oktober 2012

"HANBOK" Baju adat 'unyu' asal korea


Saat ini sedang marak- maraknya drama korea. selain karena kisahnya, para pemain dan tempat syuting, fashon juga menjadi sebab utama mengapa drama korea sangat digemari remaja zaman sekarang. Nah kali ini saya akan membahas tentang “hanbok” atau Chos┼Ćn-ot (Korea Utara) baju adat korea. Mungkin kalian tidak asing lagi dengan istilah dan bagaimana hanbok ini, karena memang dalam drama korea yang (mungkin) sering anda tonton sering menampilkan bagaiman rupa baju khas korea atau bisa kita sebut hanbok ini. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana dan juga tidak memiliki saku. Walaupun secara harfiah berarti "pakaian orang Korea", hanbok pada saat ini mengacu pada "pakaian gaya Dinasti Joseon" yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional.







Bagian – bagian hanbok





Asesoris hanbok





Samo : (Sebuah topi yang dipakai bersama dengan Dalleyong (jubah). Merupakan pakaian sehari-hari para pejabat.)
Gat (Jenis topi yang dikenakan oleh para pria di Dinasti Joseon. Dikenakan dengan po (gaun) oleh pejabat saat keluar rumah.)
Nambawi (Merupakan topi musim dingin yang dipakai oleh pria dan wanita untuk menutupi dahi, leher bagian atas, dan telinga. Juga disebut pungdaengi.)
Bokgeon (Jenis topi yang digunakan pria pada masa dinasti Joseon. Dikenakan dengan po (gaun) oleh pejabat saat keluar rumah.)
Hogeon (Mirip dengan bokgeon, tetapi mahkota kepala terbuka dan pola telinga, mata, dan jenggot yang disulam untuk menunjukkan desain harimau. Hal ini biasanya dikenakan dengan obangjang durumagi, jeonbok, atau sagyusam.)
Aksesoris bagi para wanita
Jokduri  : (Satu jenis mahkota yang dikenakan oleh wanita untuk melengkapi gaun pengantin. Biasanya dipakai bersama dengan wonsam (mantel panjang pengantin). Kertas keras dan mengisi kapas yang itutupi dengan sutra, dan ornamen cloisonne ditempatkan di atasnya.).
Hwagwan : (Mahkota dipakai oleh perempuan bersamaan dengan gaun pengantin. Dihiasi dengan ornamen kupu-kupu, lima warna manik-manik, dan benang emas, Hwagwan lebih mewah dari jokduri dan sebagian besar dikenakan dengan hwarot atau dangui.)
Jobawi : (Sebuah topi musim dingin untuk perempuan. Hal ini terbuka di atas, dan sisi-sisinya yang bulat untuk sepenuhnya menutupi telinga.).
Gulle: (Merupakan tutup kepala untuk menjaga anak-anak agar tetap hangat. Sebagian besar dipakai oleh kedua anak laki-laki dan perempuan berusia satu tahun sampai lima tahun.);

Ayam : (Topi musim dingin sebagian besar dipakai perempuan Korea. Bentuknya tidak menutupi telinga, dan beberapa dilapisi dengan bulu.); Dwikkoji (Sebuah aksesori rambut perempuan di Dinasti Joseon.).
Binyeo : (Jepit rambut batang, yang digunakan untuk mengikat sebuah mahkota atau wig dan tahan rambut dikepang atas. Selain penggunaan praktis, binyeo memiliki tujuan dekoratif dan menunjukkan status pemakainya. Mereka disebut sebagai yongjam, bongjam, jukjam, mokryeokjam, maejukjam, atau jukjeoljam tergantung pada hiasan di bagian atas binyeo.).
Cheopji : (Aksesoris yang ditempatkan pada bagian atas rambut ketika wanita mengenakan gaun pengantin.); Daenggi (pita yang digunakan untuk mengikat dan menghias rambut panjang. Ada berbagai macam, termasuk jebiburi daenggi, apdaenggi, doturak daenggi dan goidaenggi.); Norigae (Merupakan aksesoris utama bagi perempuan. Liontin Norigae secara luas digunakan dari wanita istana kerajaan hingga rakyat jelata. Bentuknya ada 2 macam, ada yang 3 ornamen atau satu ornament.)

 



Sejarah hanbok

Hanbok pada masa Tiga Kerajaan

Makam goguryeo
Beberapa elemen dasar hanbok pada saat ini seperti jeogori atau baju, baji (celana) dan chima(rok) diduga telah dipakai sejak waktu yang lama, namun pada zaman Tiga Kerajaanlah pakaian sejenis ini mulai berkembang. Lukisan pada situs makam Goguryeo menunjukkan gambar laki-laki dan wanita pada saat itu memakai celana panjang yang ketat dan baju yang berukuran sepinggang. Struktur tersebut sepertinya tidak banyak berubah sampai saat ini.
Pada akhir masa Tiga Kerajaan, wanita dari kalangan bangsawan mulai memakai rok berukuran panjang dan baju seukuran pinggang yang diikat di pinggang dengan celana panjang yang tidak ketat, serta memakai jubah seukuran pinggang dan diikatkan di pinggang.
Pada masa ini, pakaian berbahan sutra dari Tiongkok (Dinasti Tang) diadopsi oleh anggota keluarga kerajaan dan pegawai kerajaan. Ada yang disebutGwanbok, pakaian tradisional untuk pegawai kerajaan pada masa lalu.

Periode Goryeo

Pakaian Raja dan Ratu Kerajaan Silla
Ketika Dinasti Goryeo (918–1392) menandatangani perjanjian damai dengan Kerajaan Mongol, raja Goryeo menikahi ratu Mongol dan pakaian pegawai kerajaan lalu mengikuti gaya Mongol. Sebagai hasil dari pengaruh Mongol ini, rok (chima) jadi sedikit lebih pendek. Sedangkan Jeogori (baju untuk tubuh bagian atas) diikat ke bagian dada dengan pita lebar, sedangkan lengan bajunya didesain agak ramping.

Periode Joseon

Pakaian pria bangsawan
Pada masa Dinasti Joseon, jeogori wanita secara perlahan menjadi ketat dan diperpendek. Pada abad ke-16, jeogori agak menggelembung dan panjangnya mencapai di bawah pinggang. Namun pada akhir abad ke-19, Daewon-gun memperkenalkan Magoja, jaket bergaya Manchu yang sering dipakai hingga saat ini.
Chima pada masa akhir Joseon dibuat panjang dan jeogori menjadi pendek dan ketat. Heoritti atau heorimari yang terbuat dari kain linen difungsikan sebagai korset karena begitu pendeknya jeogori.
Kalangan atas memakai hanbok dari kain rami yang ditenun atau bahan kain berkualitas tinggi, seperti bahan yang berwarna cerah pada musim panas dan bahan kain sutra pada musim dingin. Mereka menggunakan warna yang bervariasi dan terang. Rakyat biasa tidak dapat menggunakan bahan berkualitas bagus karena tidak sanggup membelinya.
Umumnya dahulu kaum laki-laki dewasa mengenakan durumagi (semacam jaket panjang) saat keluar rumah.

Hanbok Modern

Di zaman yang semakin modern ini tidak hanya dunia elektronik saja yang mendapatkan modifikasi agar lebih modern dan maju. Dalam dunia fashon pun juga mendapatkan modifikasi untuk menyesuaikan keinginan dan kenyamanan pengguna.tak hanya membuat model- model pakaian baru para designer juga melakukan renovasi terhadap baju- baju adat agar lebuh nyaman dan moderen. Salahsatu baju adat yang mendapat modifikasi adalah hanbok (baju adat korea). Hanbok ini mendapat modifikasi hingga lebih nyaman, lebuh modis, dan lebih fleksisbel kegunaanya. Hanbok moderen sering dimodifikasi membentuk dress ataupun baju pengantin yang cantik tanpa meniggalkan ciri utamanya batas antara baju dan rok dibawah dada dan rok yang mengembang lebar.hanbok berbentuk dress biasanya dimodifikasi menjadi pendek dengan rok yang berlapis lapis sehingga terlihat lebih menarik. Legan pada hanbok juga sering dihilangkan ataupun digantikan dengan lengan yang lebih ramping, simpel, dan moderen. Sedangkan hanbok untuk pakian pengantin dihodifikasi dengan rok panjang berlapis- lapis dan lengan yang dihilangkan juga warna hanbok yang lebih soft. Berikut beberapa gambar hasil modifikasi hanbok :






Daftar pustaka :

-          Google.com (google image)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar